5 Dampak Pembulian yang Dirasakan Korban dalam Jangka Panjang

0
19
views
sumber: google.co.id

Masalah kesehatan mental juga dapat terjadi sebab adanya imbas pembulian. Pembulian terjadi dapat ke siapa saja dan kapan saja. Namun pembulian yang dilaksanakan pada seseorang di umur yang dini tentunya akan sangat membekas dan menyebabkan traumatis.
Untuk akibatnya sendiri dapat berbagai, seseorang yang menjadi korban buli dapat menikmati imbas dalam rentang panjang. Hilang hal yang demikian tentunya juga akan memengaruhi kwalitas dalam hidupnya. Berikut imbas rentang panjang imbas pembulian yang semestinya dikenal.
5 Imbas Pembulian yang Dinikmati Korban dalam Bentang Panjang

  1. Tidak Percaya Diri
    Pembulian adalah salah satu tindakan kekerasan yang banyak terjadi di kalangan masyarakat termasuk remaja. Perbuatan bullying sendiri juga berbagai, mulai dari menghina, mengucilkan sampai memukul.
    Dengan adanya pengalaman buruk hal yang demikian akan memberikan imbas negatif pada psikis korban. Korban dapat menjadi sangat kurang percaya diri saat menjalani aktivitas sosial. Hilang hal yang demikian dikarenakan mereka mempunyai trauma dan ketakutan akan pendapat buruk orang lain pada dirinya.
  2. Imbas Kepercayaan pada Seseorang
    Imbas pembulian rentang panjang selanjutnya yang dinikmati oleh korban adalah susah untuk mempercayai seseorang. Pengalaman bullying tentunya akan tertanam selamanya dalam benak korban. Orang yang pernah diintimidasi tentunya tak berkeinginan menikmati lagi pengalaman hal yang demikian.
    Dengan seperti itu mereka akan membuat dinding yang tinggi sebagai perlindungan. Dinding tersebutlah yang membuat korban menutup diri dan takut untuk terbuka dengan orang lain. Dengan seperti itu saat korban bertemu orang baru yang berkeinginan mengajaknya berteman, dia akan takut dan tak mempercayainya.
  3. Saat
    Salah satu imbas dari pembulian adalah trauma. Kebanyakan korban perundungan mengalami ketakutan, stres, rasa sedih yang mendalam dan kuatir. Korban juga akan merasa takut untuk menghadapi orang baru atau menjalani aktivitas sosial di hidupnya. Jika korban merasa trauma dan aktivitas sehari–hari terganggu, ada pantasnya untuk memberi masukan bertemu psikologi atau psikiater yang dapat membantu.
  4. Depresi
    Depresi adalah salah satu imbas pembulian pada remaja yang kerap terjadi imbas dari efek trauma. Selain korban telah tak dapat keluar dari bayang-bayang hal yang demikian, orang hal yang demikian akan mengalami depresi. Depresi sendiri adalah keadaan yang ditandai dengan suasana hati yang buruk berkepanjangan.
    Dengan terjebak dalam depresi, korban akan cenderung untuk menarik diri dari aktivitas sosial. Setelah itu mereka juga akan kehilangan ketertarikan terhadap aktivitas yang disukai sebelumnya.
  5. Menyakiti Diri Sendiri
    Saat depresi, imbas paling buruk yang akan dinikmati korban adalah menyakiti diri sendiri. Jika mengalami depresi, tentunya pikiran negatif akan kerap menyelimuti. Apalagi kalau korban tak mempunyai support systems dalam hidupnya. Dengan seperti itu korban akan lebih mudah memilih menyalahkan dan menyakiti diri sendiri untuk menenangkan pikirannya.
    dia berbagai imbas pembulian yang semestinya dikenal. Dengan efek hal yang demikian tentunya akan susah untuk korban menjalani aktivitas sehari-hari. Selain terdapat korban yang mengalami hal hal yang demikian, ada pantasnya untuk mengajak konsultasi terhadap ahlinya.

Sumber: temancurhat.com